
Amran menegaskan bahwa dorongan ekspor dilakukan karena produksi unggas dalam negeri telah melampaui kebutuhan domestik.
Indonesia, kata dia, tidak lagi sekadar berorientasi pada pemenuhan pasar internal, tetapi mulai memperkuat langkah menuju target sebagai lumbung pangan dunia.
“Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah, ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain,” jelasnya.
Menurut Amran, ekspor tidak hanya berdampak pada peningkatan devisa negara, tetapi juga membuka peluang kerja baru melalui penciptaan nilai tambah di sektor hilir.
Dukungan Regulasi dan Kemitraan
Dalam pengiriman kali ini, sejumlah perusahaan besar sektor agribisnis turut terlibat, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Taat Indah Bersinar, dan PT Malindo Feedmill Tbk.
Pemerintah memastikan komitmen untuk memfasilitasi pelaku usaha, khususnya dalam aspek legalitas dan perizinan ekspor, guna mempercepat penetrasi pasar internasional.
“Insyaallah pemerintah mensupport, terutama legalitas. Apa saja yang pengusaha inginkan hubungannya dengan ekspor akan kita dorong,” pungkas Amran.





