
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak Puteri Indonesia Sulawesi Selatan II 2026, Andi Aisyah Anjaliekhan, untuk berkolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM di daerah tersebut.
“Kami sambut Puteri Indonesia Sulsel sebagai mitra strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Pemerintah membuka ruang kolaborasi dan bersinergi dengan program-program yang telah berjalan,” ujar Fatmawati dalam keterangannya di Makassar, Rabu.
Fatmawati menekankan pentingnya membangun mental kewirausahaan di kalangan perempuan.
Menurutnya, program pemberdayaan tidak boleh hanya bersifat bantuan jangka pendek, melainkan harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang terarah.
Ia juga menyoroti potensi besar perempuan di berbagai wilayah Sulsel, termasuk kawasan pesisir dan daerah dengan potensi pariwisata yang belum dikembangkan secara optimal. Dengan dukungan yang tepat, perempuan dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Fatmawati berharap generasi muda, termasuk para duta daerah seperti Puteri Indonesia, dapat menjadi bagian dari solusi dalam memperkuat peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Andi Aisyah mengaku bersyukur dapat diterima langsung oleh Wakil Gubernur.
Ia menyampaikan bahwa audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan permohonan dukungan menjelang keikutsertaannya mewakili Sulawesi Selatan pada ajang nasional di Jakarta.
“Dengan kunjungan ini, saya jadi mengetahui data-data mengenai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkesinambungan dengan advokasi saya yang berfokus pada pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.
Melalui inisiatif advokasi bertajuk EmpowHER, Andi Aisyah berkomitmen menjembatani kesenjangan kapasitas kewirausahaan perempuan melalui program mentorship, pelatihan bisnis praktis, serta penguatan literasi usaha bagi pelaku UMKM perempuan di Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(*)





