
Melalui koordinasi ini, Unhas berharap proses tersebut dapat dituntaskan secara bertahap sehingga produk dapat segera dimanfaatkan secara luas.
Selain itu, Prof JJ menambahkan, Unhas juga berupaya memperkuat ekosistem inovasi melalui dukungan pembiayaan bagi startup berbasis riset.
Prof JJ menjelaskan, Unhas memiliki fasilitas perbankan internal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan awal sivitas akademika dalam pengembangan usaha, termasuk di bidang obat dan produk kesehatan.
“Dalam hal riset, kami mengembangkan konsep berbasis Thematic Research Group (TRG). Kami berharap, topik TRG yang relevan untuk BPOM bisa dikerjasamakan. Unhas siap untuk membangun kerja sama riset dengan BPOM,” tambah Prof JJ.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas komitmen Unhas dalam mengembangkan inovasi berbasis riset.
Dirinya menjelaskan, BPOM merupakan lembaga yang berada langsung di bawah koordinasi Presiden, sehingga memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan, mutu, dan efektivitas produk obat serta makanan di Indonesia.





