
Menurutnya, pertemuan bersama pimpinan Unhas akan melahirkan komitmen bersama dalam mendukung konsep kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis atau industri, serta pemerintah.
Model kerja sama ini sejalan dengan konsep Academia–Business–Government (ABG), yang diharapkan dapat mendorong asta cita presiden.
“Potensi Unhas sangat besar. Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, sudah saatnya Unhas mengambil peran lebih besar melalui kegiatan konkret yang berdampak pada pengembangan riset dan ekonomi nasional,” ujar Prof Taruna.
Setelah sambutan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama yang berfokus pada penguatan kolaborasi riset, proses perizinan produk inovasi, serta pengembangan ekosistem akademik yang mendukung transformasi riset menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.
Menutup pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama melalui kesepahaman bersama yang menjadi langkah awal pengembangan kolaborasi strategis.
Selain pertemuan dan diskusi bersama jajaran pimpinan Unhas, Prof Taruna juga berkesempatan meresmikan secara langsung Clinical Research Unit (CRU), yang berlokasi di Rumah Sakit Unhas.





