
Ia berharap masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memahami protokol kebencanaan sehingga tidak panik ketika terjadi situasi darurat. Ketika terjadi sesuatu, masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan, siapa yang harus didahulukan, dan bagaimana cara bersama-sama menolong warga di sekitarnya.
Appi menilai kegiatan simulasi tersebut sangat positif karena tidak hanya memberikan edukasi mengenai kebencanaan, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat, terutama di bulan Ramadan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas sosial seperti pasar murah bagi masyarakat serta buka puasa bersama.
“Saya mengapresiasi teman-teman BPBD dan seluruh komunitas yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan sosialisasi kebencanaan, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar untuk terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Edukasi kebencanaan, menurutnya, harus terus disebarluaskan agar semakin banyak warga memahami prosedur keselamatan.





