
Munafri mencontohkan beberapa kejadian yang kerap terjadi di Makassar, seperti banjir, genangan, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Paccerakkang di Kecamatan Biringkanaya serta Blok 8 dan 10 Kecamatan Manggala.
Dalam kondisi seperti itu, masyarakat harus memahami prosedur keselamatan, termasuk mengantisipasi potensi bahaya seperti aliran listrik yang terendam air maupun kapan harus melakukan evakuasi.
“Kalau air sudah mencapai ketinggian tertentu atau kondisi sudah berbahaya, maka masyarakat harus tahu kapan harus meninggalkan rumah dan mengungsi demi keselamatan,” saran Appi.
Di akhir sambutannya, Munafri kembali menegaskan bahwa keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana. Ia menilai simulasi tersebut menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung program kebencanaan.
“Ini adalah contoh sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mendukung program-program yang tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di Kota Makassar.





