
Selain sektor perbankan, pertumbuhan juga terlihat pada lembaga keuangan non-bank. Layanan fintech lending tercatat tumbuh 34,56 persen, sektor pergadaian meningkat 36,53 persen, dan penjaminan naik 36,64 persen, meskipun sektor asuransi mengalami penurunan premi dan klaim.
Di sektor pasar modal, jumlah investor di Sulawesi Selatan juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir tahun tercatat 525.596 investor dengan pertumbuhan 31,23 persen secara tahunan. Nilai transaksi saham bahkan mencapai Rp41,87 triliun, melonjak 85,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbagai program penguatan ekonomi daerah juga terus dijalankan melalui kolaborasi sektor jasa keuangan. Di antaranya Program Hapus Rentenir dengan plafon kredit mencapai Rp31,38 triliun, pembentukan 1.611 klaster UMKM, serta perluasan penggunaan QRIS dengan 1.319.115 merchant.
Selain itu, program One Student One Account juga telah menjangkau 2.032.302 rekening pelajar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Sementara itu, program literasi keuangan GENCARKAN yang diinisiasi OJK telah melaksanakan 51 kegiatan dengan total 631.813 peserta, menyasar berbagai kelompok masyarakat mulai dari pelajar, UMKM, nelayan, hingga petani.





