
“Inisiasi ini merupakan bentuk intellectual refreshing sekaligus jembatan strategis bagi jajaran pimpinan untuk membangun kemitraan yang lebih inklusif di Timur Tengah. Dengan menguasai instrumen bahasa dan memahami dinamika budaya secara komprehensif, kita sedang meletakkan fondasi bagi diplomasi akademik yang lebih setara dan berkelanjutan di masa depan,” ucap prof JJ
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini agar menjadi agenda rutin institusional.
Langkah transformatif ini menempatkan Unhas sebagai aktor global yang responsif terhadap pergeseran geopolitik akademik.
Dengan memperkecil kesenjangan literasi lintas budaya, Unhas semakin optimis dalam merealisasikan visinya sebagai World Class University melalui jejaring kemitraan yang lebih kuat, autentik, dan berbasis pemahaman mutual yang mendalam.
(*)





