
Meski demikian, OJK mencatat dinamika industri tetap perlu diwaspadai. Sejumlah perusahaan pembiayaan mengalami kontraksi piutang yang dipengaruhi oleh kondisi pasar serta strategi bisnis masing-masing.
“Pergerakan tersebut terus dimonitor melalui data terkini,” tambah Agusman.
Secara regional, pertumbuhan pembiayaan menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Hingga Januari 2026, Papua Selatan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 116,09 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan pembiayaan alat berat dengan nilai mencapai Rp484,69 miliar. (*)





