NasionalNews

BPOM RI Tampil di Harvard, Soroti Beban Penyakit GBS dan Inovasi Vaksin

​Transformasi Platform Vaksin: Ia membedah tantangan teknologi vaksin modern seperti mRNA, viral vector, dan protein subunit.

Kepala BPOM RI, Taruna iKrar, menekankan bahwa, inovasi cepat harus dibarengi dengan penguatan aspek keamanan jangka panjang dan distribusi yang merata untuk menjaga kepercayaan publik.

​”Regulator tidak lagi hanya menjadi penjaga gerbang (gatekeeper), tetapi harus mampu menyeimbangkan inovasi, keamanan, dan kepercayaan publik secara simultan,” tegas Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/3/2026).

BACA JUGA  Munafri Arifuddin Dampingi Bahlil Lahadalia Buka SDP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia 2026 di Makassar

Reputasi Internasional dan Peran Strategis BPOM

​Kehadiran Taruna di Harvard bukan sekadar partisipasi akademik, melainkan simbol pengakuan dunia atas kapasitas keilmuan Indonesia.

Sebagai pimpinan lembaga regulator yang telah meraih status WHO Listed Authority (WLA), Taruna menegaskan bahwa BPOM kini berperan sebagai aktor strategis dalam ekosistem kesehatan global.

​“Ini adalah bentuk pengakuan atas keahlian dan kepakaran yang saya miliki, sekaligus menjadi kebanggaan bagi lembaga negara di Indonesia,” jelasnya.

​Keterlibatan aktif ini menandai pergeseran posisi Indonesia dari sekadar objek kebijakan, menjadi kontributor aktif dalam menentukan arah wacana kesehatan dunia.

BACA JUGA  Aliyah Mustika Ilham Terima Penghargaan pada WLA Extravaganza BPOM RI

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button