
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah dinamika geopolitik global.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menegaskan bahwa ketersediaan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman dan distribusi tetap terkendali.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Kasman, menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina guna memastikan pasokan tetap terjaga.
“Kami sampaikan untuk stok BBM di Sulsel aman, kami sudah koordinasi dengan Pertamina,” ujar Kasman.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terlebih pemerintah pusat telah memastikan tidak ada rencana penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.
“Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah pusat telah menyampaikan tidak ada kenaikan harga,” katanya.
Kasman juga mengingatkan bahwa aksi panic buying justru berpotensi mengganggu distribusi dan memperparah antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Bapak Gubernur juga sudah menyampaikan kepada masyarakat agar tidak panic buying karena stok BBM di Sulsel itu aman,” ujarnya.
Isu kenaikan harga BBM sebelumnya sempat memicu antrean di sejumlah SPBU di Kota Makassar, salah satunya di kawasan Jalan AP Pettarani.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tidak mengalami perubahan.
“Kami menyampaikan bahwa pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun. Artinya flat, masih pakai harga sekarang,” kata Bahlil dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3/2026) malam.
Ia merinci, harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Selain itu, pemerintah memastikan cadangan energi nasional berada dalam kondisi aman.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional, baik itu solar maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk juga dengan LPG,” ucap dia.
“Artinya, sekalipun kita tahu semua bahwa ketegangan geopolitik yang belum kita tahu kapan selesai dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai macam kebijakan dalam rangka efisiensi di negaranya, mita bersyukur kepada Allah SWT atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional,” ia menambahkan.
(*)





