
Rendahnya penyerapan belanja disebabkan oleh:
- Proses administrasi arus kas yang baru mulai berjalan.
- Banyaknya paket belanja modal yang masih dalam tahap proses lelang atau mini kompetisi.
Guna mengejar target ambisius Rp2,6 triliun, Bapenda Makassar akan fokus pada penguatan sistem dan pengawasan lapangan. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Sidak ini memberikan dampak positif. Kedepannya tidak hanya fokus pada satu sektor saja, agar semua wajib pajak merasa diawasi secara merata,” tambahnya.
Selain pengawasan, Bapenda juga tengah melirik potensi Pajak Air Bawah Tanah (ABT). Sektor ini dianggap potensial namun memerlukan pembenahan regulasi agar kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa lebih maksimal.
“Insya Allah kita optimis capai target, namun tentu harus dibarengi dengan pembenahan sistem dan strategi yang lebih baik ke depannya,” tutup Zamhir.
(*)





