
Ali menjelaskan, 18 pasar induk di Makassar akan menjadi tulang punggung penyediaan stok.
Ia mendorong agar setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di tiap wilayah, berkoordinasi langsung dengan pasar induk terdekat di kecamatan masing-masing.
”Kami tidak memotong rantai distribusi, melainkan memperkuatnya. Dengan data kebutuhan yang presisi, Perumda Pasar Makassar Raya siap menjadi mediator agar distribusi lebih terarah dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyebut Program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan stimulus ekonomi daerah.
Anggaran besar yang dikucurkan akan berputar di lingkaran petani, peternak, hingga pedagang lokal.
”Ini adalah instrumen strategis. Perputaran ekonomi di masyarakat akan meningkat signifikan jika birokrasi dan distribusinya efisien,” jelas Zainal.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, pelaksanaan Program MBG di Makassar saat ini telah menunjukkan progres signifikan dengan total penerima sebanyak 241.237 jiwa.
Cakupan Wilayah: 15 Kecamatan di Kota Makassar, dengan durasi operasional selama 20 hari per bulan.





