
SOLUSIMEDIA.ID, BITUNG — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah, termasuk Manado.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Awi Setiyono, mengungkapkan hingga saat ini tercatat tiga korban terdampak, dengan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
“Hingga saat ini jumlah korban 3 orang, satu tewas, 2 luka-luka,” kata Awi, Kamis (2/4).
Korban meninggal dunia diketahui merupakan seorang perempuan lanjut usia berinisial DL (70). Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, menjelaskan korban tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.
“Korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan gedung dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung melaporkan gempa berdampak pada empat kecamatan, yakni Maesa, Matuari, Madidir, dan Lembeh Utara. Kepala Pelaksana BPBD Bitung, Fivy Yurico Kadeke, menyebut guncangan gempa dirasakan sangat kuat oleh masyarakat.
“Gempa bumi ini dirasakan oleh masyarakat Kota Bitung dan menimbulkan kepanikan karena guncangan gempa sangat kuat terasa kurang lebih 15-20 detik,” katanya.
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan bangunan milik warga. Dinding lantai empat Kantor Wali Kota Bitung dilaporkan runtuh, sementara Kantor BPBD Bitung juga mengalami kerusakan pada bagian dinding.
Kerusakan serupa terjadi di permukiman warga, termasuk di Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, serta beberapa rumah ibadah di wilayah terdampak.
Di sisi lain, fenomena surutnya air laut sempat terjadi sesaat setelah gempa. BPBD mencatat air laut di kawasan Pantai Girian Bawah surut sejauh 7 hingga 10 meter dari garis pantai, sementara di Pantai Candi, Bitung Barat Dua, air laut surut sekitar 5 meter.
Selain di Bitung, dampak gempa juga dirasakan di Manado. Salah satu bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Gedung KONI Sario di bagian barat.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
(*)





