
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026 sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Peluncuran buku tersebut dilakukan dalam rangkaian penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta.
Kehadiran buku saku ESA diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memahami pengelolaan keuangan, khususnya berbasis prinsip syariah dengan pendekatan nilai-nilai agama yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai bahwa tingkat pemanfaatan ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Ia menyoroti adanya kesenjangan antara besarnya jumlah populasi muslim dengan tingkat adopsi ekonomi syariah.
“Jadi mestinya peningkatannya jauh lebih tinggi. Tapi apapun namanya, itu jauh lebih baik daripada datar seperti selama ini. Saya melihat ada kurvanya naik, saya juga mengikuti perkembangan tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini ada peningkatan, dan ini juga apresiasi saya kepada Ibu Kiki,” kata Nasaruddin.





