
Ia menyebutkan, dengan jumlah populasi muslim yang mencapai sekitar 244 juta jiwa, tingkat partisipasi dalam ekonomi syariah baru berada di kisaran 7,6 persen.
Angka tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan negara seperti Malaysia yang telah mencapai sekitar 67 persen.
OJK berharap buku ESA mampu menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan, sekaligus meningkatkan pemahaman serta kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak.
Peluncuran ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Deputi Komisioner OJK Rizal Ramadhani dan Deden Firman Hendarsyah, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, serta Ketua Badan Pelaksana Harian DSN-MUI Cholil Nafis.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai lembaga seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sektor keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.





