
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Ekosistem ekonomi biru merupakan model pembangunan ekonomi yang memanfaatkan sumber daya kelautan dan perairan secara berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem laut.
Konsep ini menekankan bahwa laut bukan hanya sumber eksploitasi ekonomi, tetapi juga ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.
Secara konseptual, ekonomi biru (blue economy) berkembang dari gagasan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Salah satu rujukan globalnya adalah pendekatan yang dipopulerkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), yang menekankan bahwa aktivitas ekonomi kelautan harus: Menghasilkan pertumbuhan ekonomi; Meningkatkan kesejahteraan sosial; Menjaga kelestarian ekosistem laut.
Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima kunjungan perusahaan Korea Selatan, Woolim Co., Ltd., dalam rangka penjajakan kerja sama riset di bidang Ekonomi Biru, Jumat (27/2).
Kunjungan ini menindaklanjuti komunikasi awal yang diinisiasi langsung oleh pihak Woolim setelah melihat kapasitas akademik dan reputasi Unhas.
Fokus kerja sama diarahkan pada pengembangan rumput laut sebagai komoditas prioritas ekonomi biru.





