
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif melalui pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas Tahun 2026.
Sebanyak 15 bakal calon mahasiswa penyandang disabilitas dinyatakan lulus tahap asesmen yang diselenggarakan oleh Pusat Disabilitas Unhas pada 1–9 Juni 2026 di Taman Inklusif Jalinan Jiwa, Kampus Unhas Tamalanrea.
Proses asesmen dilaksanakan melalui tahapan verifikasi dokumen, wawancara berbasis hak _(rights-based interview)_, serta praktik pengenalan dan penggunaan teknologi bantu. Seluruh rangkaian asesmen mengacu pada pendekatan _social model_ dan _rights model of disability_ yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek, memiliki hak, kapasitas, dan kesempatan setara dalam mengakses pendidikan tinggi.
Kepala Pusat Disabilitas Unhas, Dr. Ishak Salim, menjelaskan bahwa Jalur Mandiri Afirmasi Disabilitas merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang berkeadilan dan inklusif.
Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen kuat pimpinan universitas untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas.





