
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Rendahnya tingkat literasi di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan memahami informasi secara kritis, tetapi juga berdampak pada cara generasi muda mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution, saat menyampaikan kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kesadaran Kemandirian Generasi Muda”. Kegiatan ini berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, pada Jum’at (12/6).
Generasi saat ini sesungguhnya memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai sumber informasi melalui gadget dan internet. Namun, kemudahan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan meningkatnya minat membaca dan kemampuan memahami informasi secara mendalam.
Farid menjelaskan bahwa rendahnya literasi berpengaruh langsung terhadap perilaku keuangan masyarakat, khususnya generasi muda. Berbagai fenomena sosial seperti fear of missing out (FOMO), you only live once (YOLO), dan fear of other people’s opinion (FOPO) kerap memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan finansial yang kurang rasional.





