Rusia Desak AS Cabut Ultimatum ke Iran, Serukan Kembali ke Meja Negosiasi

Sementara itu, penasihat luar negeri Rusia, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa kapal-kapal Rusia masih diperbolehkan melintasi Selat Hormuz meskipun wilayah tersebut mengalami blokade de facto oleh Iran.
“Bagi kami, Selat Hormuz masih terbuka. Rusia, China, dan India termasuk negara bersahabat dengan Iran yang diperbolehkan melintasi rute perdagangan tersebut,” terangnya.
Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di dunia, Rusia dinilai tidak terlalu bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah yang melewati jalur tersebut.
Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, melontarkan tudingan serius terhadap Rusia. Ia menyebut Moskow telah membantu Iran memetakan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
“Pagi ini, saya sudah mendapatkan informasi bahwa fasilitas militer AS di Timur Tengah dan Teluk difoto oleh satelit Rusia untuk kepentingan Iran. Mereka sudah mengambil citra satelit Pangkalan Militer Prince Sultan di Arab Saudi,” katanya, dikutip dari Politico.
Ketegangan geopolitik yang terus meningkat ini dikhawatirkan dapat memperluas konflik di kawasan serta berdampak signifikan terhadap stabilitas energi global.





