
“Peran kami adalah memastikan terbangunnya konektivitas yang kuat antara institusi, sehingga kolaborasi riset dan pendidikan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” jelas Klerks.
Lebih lanjut, Klerks memaparkan berbagai platform kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan akademisi, seperti Indonesia–Netherlands Knowledge House yang mempertemukan universitas dari kedua negara.
Di bidang riset, dirinya menjelaskan adanya peluang pendanaan bersama antara Belanda dan Indonesia, termasuk melalui kolaborasi dengan lembaga seperti LPDP dan NWO. Fokus penelitian diarahkan pada isu strategis global, seperti ekonomi biru, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.
Menurut Klerks, pendekatan triple helix menjadi kunci utama yang mengintegrasikan peran universitas, industri, dan pemerintah dalam mendorong inovasi. Iinergi ini menjadi kunci agar riset tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dan berdampak.
Bagi Unhas, kolaborasi internasional seperti yang terbangun bersama Belanda menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan dan riset. Rektor Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc menjeaskan bahwa Unhas terus mendorong kolaborasi bersama mitra strategis untuk mendorong sinergi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi berkontribusi pada pengembangan inovasi yang berdampak.





