
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan industri kerajinan lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Hal ini tercermin melalui kehadiran Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal, pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kerajinan Kota Makassar yang digelar di Novotel Makassar Grand Shayla, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Kota Makassar bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pengembangan sektor kerajinan yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam sambutannya menekankan pentingnya menghadirkan identitas kerajinan khas Makassar yang benar-benar merepresentasikan kearifan lokal.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini banyak produk kerajinan yang dipasarkan di Makassar justru berasal dari luar daerah.
“Ketika pertama dilantik, saya sempat bertanya, sebenarnya apa kerajinan khas Kota Makassar? Karena kalau bicara yang dikenal orang luar, kita terkenal dengan sutra, padahal pengerajinnya bukan di Makassar,” ujarnya.
Melinda juga menyoroti pentingnya menjaga keaslian produk kerajinan, termasuk menghindari penggunaan teknik printing yang tidak mencerminkan karya asli perajin.
Menurutnya, pengembangan kerajinan harus berbasis pada kreativitas dan keterampilan lokal yang autentik.
Sejalan dengan hal tersebut, Bappeda Kota Makassar memandang bahwa penguatan industri kerajinan perlu menjadi bagian integral dalam perencanaan pembangunan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Selain itu, potensi pengembangan kerajinan berbasis bahan alami seperti eceng gondok juga menjadi perhatian dalam diskusi.
Optimalisasi potensi lokal ini dinilai dapat membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kecamatan.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan industri kerajinan agar mampu bersaing dan tidak tertinggal dari tren pasar.
FGD ini juga menjadi momentum penting dalam menyongsong perhelatan nasional Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional yang akan dipusatkan di Makassar pada tahun 2026.
Ajang tersebut diharapkan menjadi peluang strategis untuk mempromosikan produk kerajinan lokal kepada pasar yang lebih luas.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, serta pelaku usaha, Bappeda Kota Makassar optimistis pengembangan industri kerajinan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat struktur ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(*)





