
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Abdullah Sanusi, PhD menyampaikan bahwa PENSI 2026 diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas dengan nilai-nilai kebersamaan sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang berdampak.
“PENSI 2026 kami rancang bukan sekadar ajang hiburan, tetapi sebagai ruang pembelajaran kreatif yang mendorong mahasiswa untuk berani menuangkan gagasan dan refleksi sosial ke dalam karya nyata. Melalui seni, mahasiswa dapat membangun empati, memperkuat dialog, serta merawat keberagaman yang menjadi kekuatan utama di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Sebelumnya, panitia PENSI Unhas 2026 telah membuka pendaftaran peserta sejak 9 Maret hingga 27 Maret 2026 dan berhasil menjaring 315 pendaftar dari seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Dari proses seleksi yang dilakukan secara bertahap, panitia kemudian menetapkan 79 finalis terbaik yang berasal dari berbagai cabang lomba untuk melaju ke tahap seleksi grand final.
Malam Pentas Seni Unhas 2026 terbuka bagi seluruh mahasiswa Universitas Hasanuddin yang ingin hadir dan menyaksikan berbagai penampilan seni dari para finalis terbaik. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan sekaligus ruang apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam membangun budaya kampus yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing.(*/fjr)





