
βIni adalah terobosan baru, karena biasanya peringatan May Day identik dengan aksi demonstrasi di jalan, tetapi kali ini kami kemas dalam bentuk festival,β ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan akan diisi dengan berbagai agenda seperti jalan santai, dialog publik, bazar UMKM, hingga panggung rakyat.
Seluruh rangkaian acara dipusatkan pada 1 Mei 2026 dengan estimasi peserta mencapai sekitar 10.000 orang dari berbagai elemen.
Meski dikemas lebih santai, Delandi menegaskan bahwa isu-isu strategis tetap menjadi fokus utama, termasuk kesejahteraan buruh dan persoalan outsourcing.
Dengan konsep ini, peringatan May Day di Makassar diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang edukasi dan penyampaian aspirasi secara lebih konstruktif.
Pemkot Makassar pun berharap langkah ini dapat menjadi contoh perayaan Hari Buruh yang lebih inklusif, kondusif, dan memberi manfaat nyata, baik bagi buruh maupun masyarakat luas.
(*)





