NasionalNews

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Bahas Agenda Strategis Nasional

SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA – Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (20/4/2026) dalam rangka rapat terbatas guna membahas agenda strategis nasional lintas sektor.

Sejumlah pejabat yang terpantau hadir di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Kehadiran para menteri tersebut menunjukkan adanya koordinasi tingkat tinggi yang tengah dilakukan pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis.

Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, Brian Yuliarto tiba lebih awal sekitar pukul 13.45 WIB, disusul oleh Sakti Wahyu Trenggono tidak lama kemudian.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Siapkan Roadmap Terpadu Atasi Parkir Liar dan Kemacetan

Hingga pertemuan berlangsung, belum terdapat keterangan resmi terkait agenda utama yang dibahas dalam rapat tersebut.

Meski demikian, Brian memberikan indikasi awal mengenai kemungkinan topik pembahasan. Ia menyebut bahwa rapat tersebut berpotensi menyinggung proyek infrastruktur strategis, termasuk rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

“Hari ini gak tau ya, saya belum ini, cuma mungkin tentang giant sea wall ya, tapi nanti saya lihat dulu,” kata Brian Yuliarto kepada wartawan.

Sementara itu, Sakti Wahyu Trenggono juga belum memberikan penjelasan rinci mengenai agenda rapat.

Pemanggilan sejumlah menteri ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam menangani proyek-proyek prioritas nasional yang memerlukan sinergi antara kebijakan pendidikan, teknologi, serta pengelolaan sumber daya kelautan.

BACA JUGA  Perpres Tata Kelola MBG Segera Disahkan, Istana Pastikan Tanda Tangan Prabowo Sebelum 5 Oktober

Rapat terbatas di Istana Kepresidenan kerap menjadi forum strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan penting, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi berbasis potensi wilayah.

Hingga saat ini, hasil resmi dari pertemuan tersebut belum diumumkan kepada publik. Pemerintah diharapkan segera menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait arah kebijakan yang dihasilkan dari rapat tersebut.

(*)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button