
Bappeda Kota Makassar juga akan memastikan bahwa konsep yang dirancang mencakup integrasi transportasi, penguatan identitas kawasan, serta penciptaan ruang publik yang mampu menarik berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga mempelajari langsung pengelolaan kawasan Blok M yang dikembangkan oleh MRT Jakarta.
Iqbal Bimo Arifianto menjelaskan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga menciptakan ruang yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya membangun dan mengoperasikan transportasi, tetapi juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar terintegrasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Dengan keterlibatan aktif Bappeda dalam proses ini, Pemerintah Kota Makassar optimistis revitalisasi Pasar Sentral dapat diwujudkan melalui perencanaan yang matang, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya kembali menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga berkembang sebagai ruang hidup baru yang menggabungkan fungsi perdagangan, budaya, dan interaksi sosial dalam satu ekosistem perkotaan modern.





