MakassarNews

Yovie Widianto di Unhas: Kreativitas, Budaya, dan Masa Depan di Era AI

Yovie juga mengangkat perspektif bahwa kreativitas merupakan cara paling relevan dalam merawat warisan budaya. Tradisi, menurutnya, tidak boleh dibekukan, melainkan perlu dihidupkan kembali melalui pendekatan kreatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Dalam konteks tersebut, inovasi berbasis akar budaya menjadi kunci. Yovie mengibaratkan proses ini seperti mengaransemen ulang karya lama menjadi bentuk baru yang lebih segar dan kontekstual. Pendekatan ini memungkinkan budaya tetap hidup sekaligus memiliki daya saing global.

“Teknologi kemudian hadir sebagai panggung baru bagi cerita budaya Indonesia. Melalui strategi branding, storytelling, dan distribusi digital, nilai-nilai lokal dapat melintasi batas geografis dan menjangkau pasar internasional,” tambah Yovie.

BACA JUGA  Kasih Natal Satukan Sivitas Akademika Unhas dalam Semangat Keluarga dan Keberagaman

Namun demikian, Yovie tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan (AI). Dirinya mengisahkan fenomena di industri musik, di mana AI mampu menghasilkan karya hanya dalam hitungan menit, sebuah kondisi yang memicu refleksi mendalam tentang peran manusia dalam proses kreatif.

Fenomena tersebut, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan efisiensi, tetapi juga menyentuh aspek eksistensial. Banyak profesi kreatif mulai mempertanyakan makna dari perjalanan panjang yang selama ini mereka jalani, ketika mesin mampu menghasilkan output serupa dalam waktu singkat.

BACA JUGA  Menuju Three Zeroes 2030: Makassar Perkuat Strategi Penanggulangan HIV

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button