
Dirinya menegaskan bahwa relasi antara manusia dan teknologi seharusnya bersifat kolaboratif. Kreativitas tetap menjadi domain utama manusia, sementara AI berfungsi sebagai mitra yang mempercepat proses tanpa menggantikan esensi penciptaan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan, mahasiswa Unhas memiliki potensi kreativitas yang luar biasa, tidak hanya dalam menghasilkan karya, tetapi juga dalam menarasikan makna yang lebih indah dari setiap proses kreatif.
“Mereka mampu menarasikan hal-hal yang lebih indah dalam setiap karya yang dihasilkan. Melalui kekompakan, Unhas siap berperan serta membangun bangsa. Dari Unhas, kita menavigasi dunia,” jelas Prof JJ.
Kuliah umum ini berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Tamalanrea, Kamis (23/04). Melalui forum ini, Yovie menekankan bahwa tantangan Indonesia bukan sekadar mengadopsi teknologi, tetapi memastikan bahwa inovasi tetap berakar pada budaya dan memperkuat identitas bangsa di tingkat global. (*/mir)





