
Secara nasional, penurunan stunting menjadi program prioritas pemerintah yang dilaksanakan secara konvergen dan melibatkan berbagai sektor. Program ini bahkan dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Data terbaru menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional berhasil ditekan menjadi 19,8 persen. Capaian ini menjadi langkah penting menuju target penurunan lebih lanjut dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, pemerintah masih menargetkan penurunan yang lebih signifikan hingga di bawah 20 persen, bahkan menuju angka ideal jangka panjang.
Organisasi kesehatan global juga menegaskan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap perkembangan anak, termasuk kemampuan kognitif, kesehatan jangka panjang, hingga produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci utama.
Di tingkat daerah, kolaborasi seperti yang dilakukan di Kecamatan Makassar dinilai menjadi langkah konkret dalam mendukung target nasional tersebut. Sinergi antara pemerintah kecamatan, puskesmas, aparat keamanan, hingga peran strategis Bappeda menjadi fondasi penting dalam mempercepat penanganan stunting secara efektif.





