Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional, Bukti Konsistensi Kebijakan Inklusif

Ia menyebut, dari total 98 kota yang dikaji, Makassar menunjukkan lonjakan peringkat yang signifikan. Jika pada IKT 2024 berada di posisi ke-52, maka pada IKT 2025 melonjak ke posisi ke-9 nasional.
“Lompatan ini menunjukkan adanya kemajuan nyata dalam praktik dan kebijakan yang mendukung toleransi di tingkat kota,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, bukan sesuatu yang instan.
“Ini melalui proses panjang, dengan kebijakan yang terukur dan implementasi nyata di lapangan, serta dukungan aktif seluruh stakeholder,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, capaian tersebut diperkuat dengan diraihnya Harmony Award 2025 oleh FKUB Makassar, sebagai indikator keberhasilan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, visi Makassar sebagai kota inklusif telah diterjemahkan ke dalam program konkret.
Sejumlah langkah strategis pun telah dijalankan, mulai dari fasilitasi perayaan hari besar keagamaan berbagai umat, pemberian hibah kepada organisasi keagamaan, hingga penguatan peran FKUB sebagai ruang dialog dan mediasi.





