
Selain itu, Muchlis menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda pasca pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa lulusan pendidikan harus memiliki peluang kerja atau kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Kalau setelah menempuh pendidikan tidak punya pekerjaan, mau ke mana? Maka harus ada dorongan untuk bisa menciptakan pekerjaan sendiri,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tanggung jawab mewujudkan Generasi Emas bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk media.
Dalam aspek pendidikan, Muchlis memberi perhatian khusus pada pentingnya pembentukan akhlak sebagai fondasi utama. Ia menilai pendidikan karakter, nilai kebangsaan, dan kecintaan terhadap Pancasila perlu diperkuat kembali, terutama di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
“Pendidikan akhlak itu sangat penting. Dulu ada penanaman nilai seperti P4, bagaimana mencintai negara, Pancasila, dan agama. Itu yang sekarang mulai berkurang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti fenomena generasi muda yang dinilai mulai kehilangan pemahaman dasar tentang nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, menurutnya, ruang-ruang pembinaan karakter harus kembali dihidupkan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.





