Lompatan 43 Peringkat, Makassar Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

“Toleransi bukan sekadar jargon, tetapi harus benar-benar dirasakan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Penilaian IKT yang dirilis pada April 2026 di Jakarta mengukur berbagai indikator, mulai dari regulasi yang mendukung kebebasan beragama, kebijakan pemerintah daerah, hingga praktik sosial masyarakat dalam menjaga inklusivitas.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya mampu menjaga stabilitas sosial, tetapi juga berhasil membangun ruang hidup yang aman, setara, dan saling menghargai di tengah keberagaman.
Meski demikian, Munafri mengingatkan bahwa capaian ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia menekankan pentingnya menjaga dan terus meningkatkan kualitas toleransi di masa mendatang.
“Kita berharap kondisi ini dapat kita pertahankan bersama. Ini menjadi bukti bahwa ketika semua pihak peduli dan bekerja bersama, maka kehidupan yang harmonis dapat terwujud,” tuturnya.
Selama ini, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai program yang mendukung iklim toleransi, mulai dari penguatan regulasi inklusif, fasilitasi dialog antarumat beragama, hingga pendekatan persuasif dalam menyelesaikan potensi konflik sosial.





