
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR-Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas hari ini. Banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi, menuntut respons yang tidak sekadar cepat, tetapi juga tepat. Di sinilah pentingnya membangun ketahanan iklim berbasis sains.
Pendekatan berbasis sains memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan didasarkan pada data. Dengan dukungan pemodelan iklim, data meteorologi, dan riset empiris, pemerintah dapat memetakan risiko secara akurat dan merancang langkah adaptasi yang efektif. Tanpa itu, kebijakan rentan bersifat reaktif dan berbiaya tinggi tanpa hasil yang optimal.
Pendekatan ilmiah membantu mengarahkan sumber daya yang terbatas ke wilayah dan kelompok paling rentan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa upaya adaptasi tidak hanya efektif, tetapi juga adil. Dalam konteks pembangunan, ketahanan iklim berbasis sains juga menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak justru memperbesar risiko lingkungan.
Untuk mendukung pendekatan ilmiah dalam merespon perubahan iklim, Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dan Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup membangun kolaborasi, dalam rangka menghasilkan intervensi yang terukur, aplikatif, dan berkelanjutan di tingkat lokal.





