
Tak hanya hotel berbintang, dampak positif juga dirasakan hotel non-bintang, restoran, hingga pelaku UMKM kuliner yang turut menikmati peningkatan jumlah pelanggan selama event berlangsung.
Fenomena menarik lainnya terlihat dari tingginya minat peserta lokal asal Makassar yang memilih menginap di hotel sekitar lokasi kegiatan. Faktor kenyamanan dan kemudahan akses menuju titik start sejak dini hari menjadi alasan utama masyarakat melakukan staycation selama event berlangsung.
Selain memberikan dampak ekonomi secara langsung, Anggiat menilai MHM juga menjadi sarana promosi efektif bagi Kota Makassar di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan partisipasi sekitar 12 ribu pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara, ribuan unggahan di media sosial dinilai mampu memperkenalkan keindahan kota serta membangun citra positif Makassar sebagai kota yang mendukung gaya hidup sehat dan sport tourism.
“Nilai promosi dari event seperti ini sangat besar dan sulit diukur hanya dengan angka. Makassar mendapatkan eksposur positif di level nasional hingga internasional,” tambahnya.
PHRI Sulawesi Selatan berharap pemerintah terus mendukung penyelenggaraan event-event berkualitas secara berkelanjutan agar sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan terus tumbuh dan berkembang. (*)





