
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat nelayan diharapkan tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Perizinan LJK Kantor OJK Sulsel Sulbar, Arif Machfoed.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Industri Jasa Keuangan, dan OJK menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem keuangan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa-desa.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak penguatan ekonomi masyarakat nelayan melalui akses keuangan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan.
OJK Sulselbar menegaskan akan terus mendorong implementasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen memperluas akses keuangan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. (*)





