
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, memimpin jajaran Pemerintah Kota Makassar mengikuti rapat koordinasi dan peluncuran buku panduan serta bahan ajar pendidikan antikorupsi yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom tersebut diikuti seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Dari Pemkot Makassar turut hadir Inspektur Kota Makassar Andi Asma Zulistia Ekayanti, Kepala BPKAD Makassar Muh Dakhlan, serta Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Makassar Akhmad Muhajir.
Andi Zulkifly menyambut positif peluncuran buku panduan pendidikan antikorupsi tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter dan integritas perlu ditanamkan sejak dini agar mampu membentuk generasi yang memiliki tanggung jawab moral serta kepedulian terhadap bangsa.
“Pendidikan antikorupsi sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang jujur, disiplin, dan berintegritas. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini melalui lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujar Andi Zulkifly.
Mantan Kepala Bappeda Makassar itu menegaskan, Pemkot Makassar mendukung penuh penguatan pendidikan karakter di sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Ia berharap implementasi pendidikan antikorupsi dapat berjalan efektif melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua siswa.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Akhmad Muhajir, mengatakan buku panduan tersebut akan menjadi acuan dasar dalam penerapan pendidikan antikorupsi bagi guru, peserta didik, maupun tenaga kependidikan di sekolah.
Menurutnya, hasil rapat koordinasi bersama Kemendagri akan dibahas lebih lanjut secara internal di Dinas Pendidikan Kota Makassar sebelum diterapkan di sekolah.
“Hasil rapat ini akan kami bahas lebih lanjut secara internal dan kami laporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut implementasi buku panduan tersebut,” katanya.
Akhmad Muhajir menambahkan, pendidikan antikorupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu mata pelajaran tertentu, tetapi harus terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran di sekolah.
Ia menyebut arahan pemerintah pusat menekankan pentingnya penanaman nilai karakter, integritas, dan kejujuran dalam setiap mata pelajaran, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
“Semua mata pelajaran diharapkan memuat nilai-nilai pendidikan karakter yang menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan semangat antikorupsi. Ini yang nantinya akan kami koordinasikan lebih lanjut agar dapat diterapkan di sekolah,” jelasnya. (*)





