
Pembangunan Jembatan Barombong sendiri dinilai menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kota Makassar.
Kehadiran jembatan tersebut nantinya juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di kawasan selatan Kota Makassar.
Melalui kegiatan FGD ini, Dinas Pertanahan Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung setiap tahapan pembangunan daerah, khususnya pada aspek pengadaan dan pemanfaatan tanah yang menjadi bagian penting dalam realisasi proyek infrastruktur.
Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Makassar.
Dengan adanya koordinasi dan pembahasan yang matang sejak tahap perencanaan, Pemerintah Kota Makassar berharap pembangunan Jembatan Barombong Tahun 2026 dapat terlaksana secara optimal serta menjadi salah satu penunjang utama pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi kota di masa mendatang. (*)





