
Menurutnya, kampus tidak lagi hanya menjadi ruang transfer pengetahuan formal, tetapi berperan membentuk lulusan yang agile, adaptif, dan mampu berkompetisi dalam lanskap kerja yang semakin dinamis.
“Kampus menghadirkan berbagai mitra agar mahasiswa memiliki kesempatan membangun jejaring yang lebih luas. Dari kampus inilah nantinya lahir alumni-alumni yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja,” jelas Prof Ruslin.
Prof Ruslin menambahkan, Unhas terus memperkuat desain pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai program penguatan kompetensi, termasuk Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK), yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri, masyarakat, dan berbagai tantangan nyata di lapangan.
Lebih lanjut, Prof Ruslin menyebutkan, kebutuhan industri saat ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi menempatkan soft skills, kemampuan komunikasi, jejaring, dan kreativitas sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.
“Sekarang kebutuhan industri bukan hanya lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki value, kemampuan komunikasi, jejaring, dan skill tambahan. Karena itu, mahasiswa harus aktif bergaul, membangun relasi, dan membuka diri terhadap pengalaman baru,” tambahnya.





