
Menurutnya, identifikasi jenis virus menjadi langkah penting dalam pemetaan risiko kesehatan dan upaya pengendalian penyebaran penyakit.
Selain itu, Tjandra mengingatkan bahwa investigasi kasus tidak cukup hanya menelusuri kontak manusia. Pendekatan pengawasan juga perlu mencakup populasi tikus serta kondisi lingkungan sekitar melalui konsep One Health.
“Pemeriksaan dan penanganan pada manusia, hewan, dan lingkungan merupakan konsep dasar One Health, yaitu kolaborasi kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan yang harus diterapkan di Indonesia,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa kasus kematian di Ketapang telah masuk dalam data nasional yang sebelumnya dipublikasikan pemerintah.
Kemenkes mencatat terdapat 23 kasus terkonfirmasi Hantavirus dengan tiga kematian yang tersebar di sembilan provinsi sepanjang 2024 hingga pekan ke-16 tahun 2026.
“Itu sudah termasuk dalam 23 kasus konfirmasi yang diumumkan. Temuannya pada Maret 2026,” kata Aji kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Kemenkes juga memastikan seluruh kasus Hantavirus di Indonesia sejauh ini berasal dari Seoul Virus yang memicu HFRS.





