BusinessNasionalNews

Rupiah Melemah ke Rp17.662 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Sementara itu, Ringgit Malaysia tercatat melemah cukup dalam hingga 0,56 persen, seiring meningkatnya tekanan terhadap mata uang regional. Baht Thailand juga ikut tertekan dengan penurunan sebesar 0,18 persen terhadap dolar AS.

Di tengah tekanan pada mata uang Asia, pergerakan mata uang negara-negara Eropa terhadap dolar AS justru cenderung bervariasi. Euro tercatat menguat 0,07 persen, sedangkan Pound Sterling Inggris naik sekitar 0,1 persen pada perdagangan pagi ini.

Namun demikian, tidak seluruh mata uang Eropa mampu menguat. Franc Swiss tercatat melemah tipis sebesar 0,01 persen. Selain itu, Krona Swedia turun 0,19 persen dan Krona Denmark melemah 0,07 persen terhadap dolar AS.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail Dorong Penguatan Kapasitas Pendamping Sosial PKH Kota Makassar

Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai sentimen global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve, perkembangan ekonomi global, hingga dinamika geopolitik yang turut berdampak pada aliran modal dan stabilitas pasar keuangan.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah juga menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap biaya impor dan tekanan inflasi, terutama apabila tren penguatan dolar AS terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

BACA JUGA  Pacu Produktivitas Kakao, OJK Sulselbar dan Pemda Luwu Perluas Akses Pembiayaan Petani Kakao

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button