
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang masih cukup kuat serta sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan kawasan Asia.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 65 poin atau sekitar 0,37 persen dan berada di level Rp17.662 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang turut berada di zona merah pada perdagangan pagi ini. Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya tekanan eksternal terhadap pasar mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
Yen Jepang tercatat melemah sebesar 0,12 persen terhadap dolar AS. Dolar Singapura juga turun 0,09 persen, sedangkan dolar Taiwan terkoreksi 0,23 persen. Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar di kawasan Asia setelah turun hingga 0,56 persen.
Tekanan serupa juga dialami sejumlah mata uang Asia lainnya. Peso Filipina melemah 0,03 persen, Rupee India turun 0,21 persen, dan Yuan China terkoreksi sebesar 0,09 persen.





