MakassarNews

Munafri Perluas Program Urban Farming untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan Warga

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas program urban farming atau pertanian perkotaan hingga ke seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan urban farming sekaligus bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan Ketua RT/RW di RW 02 RT 03, Kelurahan Paccerakkang, Selasa (19/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Munafri menilai urban farming bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta membantu mengendalikan inflasi daerah.

“Pemanfaatan lahan sempit harus terus didorong agar masyarakat mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri,” ujarnya.

Munafri turut mengapresiasi inovasi pertanian terpadu yang dikembangkan warga setempat, termasuk konsep yang dijalankan Haji Ridwan bersama keluarganya. Sistem tersebut memadukan budidaya ikan, tanaman sayur, hingga peternakan dalam satu kawasan terpadu.

Menurutnya, model pertanian seperti ini layak dijadikan contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar.

BACA JUGA  470 prestasi Mahasiswa Unhas Sepanjang 2023

“Dengan lahan terbatas pun masyarakat tetap bisa produktif. Ada ikan, sayuran, hingga ternak yang dikelola secara terintegrasi,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Appi itu juga mengungkapkan keberhasilan kelompok urban farming di beberapa wilayah lain, salah satunya di Kecamatan Tamalate yang berhasil membudidayakan kangkung dengan masa panen sekitar tiga pekan dan menghasilkan ratusan kilogram setiap panen.

Hasil produksi tersebut bahkan telah terserap pasar lokal, termasuk program MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang membutuhkan pasokan sayuran secara rutin setiap hari.

Menurut Appi, pola kerja sama antara kelompok tani dan pasar lokal mampu menciptakan siklus ekonomi baru di tengah masyarakat.

“Ini memberi manfaat ganda. Warga mendapatkan tambahan penghasilan, sementara kebutuhan pasar juga terpenuhi,” katanya.

Selain fokus pada produksi pangan, Munafri juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga melalui pemanfaatan sisa makanan menjadi pupuk kompos sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.

BACA JUGA  Indira Yusuf Ismail Sosialisasikan Perda ASI Eksklusif ke IRT Kota Makassar

Ia pun meminta para camat dan lurah lebih aktif memberikan pendampingan serta membuka akses bagi masyarakat agar program urban farming semakin berkembang dan terorganisir.

Tak hanya tanaman pangan, Pemkot Makassar juga mulai mendorong pengembangan kawasan berbasis tanaman herbal yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan potensi menjadi identitas wilayah.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah akan menyiapkan bantuan bibit, fasilitas kandang ternak, hingga pendampingan teknis guna memastikan keberlanjutan program di masyarakat.

Munafri juga menyinggung kenaikan harga sejumlah bahan pangan, termasuk telur, sehingga masyarakat didorong untuk mulai memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.

Ia berharap urban farming dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial semata.

“Kalau ini berjalan baik, masyarakat akan lebih mandiri, ekonomi rumah tangga meningkat, dan kebutuhan pangan juga lebih terjamin,” tutupnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button