
Appi menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar pada 2025 sempat mencapai 5,3 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional maupun Sulawesi Selatan saat itu.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar juga berada pada kategori tinggi dan masuk tujuh besar nasional.
“Kota ini tumbuh dari perdagangan dan jasa. Karena itu kita membutuhkan lebih banyak entrepreneur, lebih banyak pengusaha,” katanya.
Dalam pemaparannya, Appi juga menekankan bahwa ilmu hukum memiliki peran penting, tidak hanya dalam profesi hukum, tetapi juga sebagai dasar dalam dunia usaha dan pengembangan diri.
“Hukum menjadi rambu-rambu kita dalam melangkah, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah,” tuturnya.
Ia menjelaskan, sinergi antara pemerintahan, hukum, dan entrepreneurship menjadi kunci utama dalam menciptakan inovasi pembangunan daerah.
Menurutnya, pemerintahan membutuhkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik, sementara hukum memastikan inovasi tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
“Dan entrepreneurship membawa cara berpikir kreatif, cepat, serta solutif. Inilah yang disebut sinergi,” jelas Ketua Golkar Makassar itu.





