
Dalam kuliah umum tersebut, Appi turut membagikan pengalaman politiknya yang penuh tantangan sebelum akhirnya terpilih sebagai Wali Kota Makassar pada Pilkada 2024.
Ia mengaku sempat mengalami kegagalan berulang kali dalam kontestasi politik.
“Tahun 2018 saya maju sebagai calon Wali Kota Makassar. Lawannya kotak kosong, dan saya kalah oleh kotak kosong,” ungkapnya yang disambut riuh peserta kuliah umum.
Appi mengaku sempat merasa terpukul atas kekalahan tersebut hingga memilih membatasi aktivitas sosialnya selama beberapa bulan.
“Selama tujuh bulan saya tidak pernah ke warung kopi. Bukan karena kalahnya, tapi malunya,” kenangnya.
Meski demikian, ia memilih bangkit dan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran hidup.
Pada Pilkada 2020, Appi kembali maju bersama Rahman Bando di tengah situasi pandemi COVID-19. Namun, ia kembali mengalami kekalahan.
“Tahun 2020 saya kalah lagi,” ujarnya.
Hingga akhirnya pada Pilkada 2024, Appi maju bersama Aliyah Mustika Ilham dan berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan sekitar 54 persen suara.
“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya kepada mahasiswa.





