
Ia bahkan mendorong agar proses sertifikasi dan pengujian kompetensi dilakukan secara lebih ketat guna memastikan profesi jurnalistik dijalankan oleh individu yang memiliki kapasitas, etika, dan tanggung jawab yang memadai.
“Uji kompetensi sangat penting. Saya berharap pelaksanaannya dapat semakin diperkuat karena profesi wartawan adalah profesi terhormat yang harus dijaga marwahnya,” tegasnya.
Selain itu, Munafri mengingatkan agar profesi jurnalistik tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau dijadikan alat tekanan terhadap pihak lain. Menurutnya, praktik semacam itu dapat merusak citra profesi sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap media.
Ia meyakini PWI memiliki komitmen kuat dalam menjaga etika dan profesionalisme anggotanya sehingga mampu mencegah berbagai praktik yang dapat merugikan organisasi maupun masyarakat.
Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dengan menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data yang akurat.
“Saya selalu menyampaikan kepada rekan-rekan pers, tulislah apa yang benar-benar dilihat dan diketahui. Sampaikan fakta apa adanya. Pers harus menjadi penyeimbang dalam proses pembangunan dan memberikan informasi yang jujur kepada masyarakat,” katanya.





