
Menurut Andi Bukti, digitalisasi bansos merupakan langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat tata kelola program kesejahteraan sosial secara menyeluruh.
Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pemerintah melakukan pengawasan yang lebih optimal, mempercepat proses administrasi, serta mengurangi potensi kesalahan dalam pendataan maupun distribusi bantuan kepada masyarakat.
Ia menilai, transformasi digital menjadi instrumen penting dalam menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih adil, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kehadiran sistem digital diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan adaptif di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Program Piloting Digitalisasi Bansos juga dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini kerap ditemui dalam proses penyaluran bantuan sosial, seperti tumpang tindih data penerima manfaat, ketidaktepatan sasaran, hingga proses administrasi yang memerlukan waktu cukup panjang.
Melalui sistem yang terintegrasi, seluruh proses penyaluran bantuan dapat dipantau secara lebih transparan dan efisien. Digitalisasi juga diyakini mampu meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran sekaligus memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.





