
Melinda juga mengapresiasi rencana pemanfaatan kontainer bekas penanganan COVID-19 sebagai waste station atau pusat transaksi bank sampah sektoral di Kecamatan Wajo. Inisiatif tersebut diyakini dapat meningkatkan partisipasi warga dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Selain penguatan infrastruktur, edukasi lingkungan juga menjadi perhatian utama. Melinda menilai keterlibatan RT/RW, kader lingkungan, hingga tokoh masyarakat sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif terkait pemilahan sampah.
Ia juga mendorong setiap sekolah di Kota Makassar memiliki Bank Sampah Unit (BSU) sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar untuk membiasakan diri memilah dan mengumpulkan sampah sejak usia dini.
“Edukasi kepada pelajar perlu diperkuat melalui penyuluhan rutin sehingga kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia sekolah,” ujar Melinda.
Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Jika pemilahan sampah dilakukan secara konsisten mulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sekitar, maka volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan,” katanya.





