
Sementara itu, Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, melaporkan bahwa pengumpulan sampah organik di wilayahnya saat ini mencapai 700 hingga 840 kilogram setiap pekan. Untuk mendukung proses tersebut, seluruh armada pengangkut sampah telah dilengkapi wadah khusus untuk memisahkan sampah organik.
Ia juga menyampaikan bahwa titik pengumpulan sampah plastik telah disiapkan dengan jangkauan setiap 200 meter. Pengelolaan sampah plastik dipusatkan di Kelurahan Malimongan, sementara pengolahan sampah organik dilakukan di Malimongan Tua.
Di sisi lain, program urban farming terus berkembang di sejumlah wilayah, seperti Kelurahan Melayu, Melayu Baru, Melayu Ende, dan Butung. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi turut dihadiri Anggota Dewan Lingkungan Hidup Marini, Ketua Yayasan Permabudhi Suzanna Loa, para lurah se-Kecamatan Wajo, serta Kepala SD Sangir Abdul Rahim.
Melalui berbagai program yang telah berjalan, Melinda Aksa berharap Kecamatan Wajo dapat menjadi wilayah percontohan dalam penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar sekaligus mendukung target pengurangan sampah menuju kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan. (*)





