
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital menjadi tantangan tersendiri yang menuntut peran aktif sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Jangan hanya mendidik anak-anak dari sisi kecerdasannya, tetapi bangun juga ketakwaannya. Percuma anak-anak pintar kalau adabnya hilang. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Ia menilai keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam membentuk karakter anak, sementara sekolah berperan sebagai mitra yang memperkuat proses tersebut.
“Orang tua harus terus belajar memahami dunia anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, dan mengawasi berbagai tantangan yang mereka hadapi di era digital saat ini,” tuturnya.
Selain menyoroti penguatan karakter, Munafri kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, ia meminta Bosowa School Makassar dan sejumlah sekolah swasta lainnya untuk menyediakan kuota bagi siswa dari keluarga kurang mampu pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.





