
Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan minyak jelantah telah dilakukan melalui Bank Sampah Unit (BSU) Bina Sejahtera yang berada di Kelurahan Malimongan.
“Setiap jenis sampah sudah memiliki jalur pengelolaan masing-masing. Sampah anorganik kami kelola melalui bank sampah, sedangkan sampah organik diolah di TPS3R,” jelasnya.
Distribusi bak sampah tersebut disesuaikan dengan jumlah armada pengangkut yang beroperasi di Kecamatan Wajo sebagai bagian dari penerapan sistem pengangkutan berbasis pemilahan. Saat ini, dua armada masih menjalani perawatan, namun program tetap berjalan secara bertahap.
Selain memperkuat sarana pendukung, Kecamatan Wajo juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui RT/RW, rumah ibadah, hingga pelaku usaha seperti kafe dan rumah makan. Edukasi tersebut difokuskan pada pentingnya membangun budaya memilah sampah dari lingkungan terkecil.
“Kami telah melakukan sosialisasi dan edukasi selama hampir satu bulan terakhir. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah,” tambah Ivan.





